panelarrow

Tampilkan postingan dengan label MOUNTENERING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MOUNTENERING. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Februari 2012

Pengetahuan Dasar Pendaki Gunung



Dalam mendaki gunung atau menjelajah alam, pendaki juga harus memasak, makan, tidur, dan membersihkan diri.Dalam mendaki gunung atau menjelajah alam, pendaki juga harus memasak, makan, tidur, dan membersihkan diri. Semua dilakukan sendiri. Untuk itu, pendaki tidak dapat menghindari barang bawaan yang relatif banyak dan berat. Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk pendakian? Perlengkapan seorang pendaki berupa sepatu, baju dan celana, jaket, ponco atau rain coat, dan ransel.

Sepatu mendaki yang baik selain melindungi kaki dari luka, juga harus nyaman saat dipakai meski membawa beban berat di medan licin, berbatu-batu, dan curam. Jenis sepatu boot paling cocok untuk kegiatan ini, karena melindungi pergelangan hingga mata kaki dari kemungkinan terkilir. Pilihlah sol sepatu dengan kembang besar, ceruk yang dalam dan memiliki tumit. Sol seperti ini memungkinkan pemakai dapat mencengkeram permukaan meski kondisinya ekstrim (curam, licin, atau berbatu-batu). Pakaian ideal saat mendaki di gunung tropis adalah yang relatif tebal dan menyerap keringat, celana yang tidak kaku dan ringan guna melindungi kaki dari goresan duri. Baju dari katun atau wool cukup ideal. Sayang bila telah basah, katun tidak mampu menghangatkan badan. Baju dari bahan sintetis semisal polyesters dan acrylics sedikit menyerap keringat tetapi cepat kering.

Perlengkapan vital pendakian lainnya adalah ransel. Kini banyak jenis ransel-terutama berangka dalam-dijual di pasaran. Fungsi rangka selain menyangga badan ransel tetap tegak, mencegah barang di dalamnya bergeser, dan menjaga jarak antara punggung pemakai dari ransel. Akibatnya, barang-barang keras yang dibawa tidak menyakitkan. Ransel yang baik dilengkapi tali pengatur sabuk penggendok atau sandang bahu, sandang pinggang, atau sabuk pinggang. Sabuk dan tali pengatur itu akan membuat pemakainya nyaman memanggul ransel beserta isinya.

A. Perlengkapan Utama
1. Sepatu dan kaus kaki.
2. Ransel (frame pack, ukuran besar, 30 – 60 liter).
3. One day pack (ransel/tas kecil untuk mobilitas jarak pendek).
4. Senter dan batere dan bolam ekstra.
5. Ponco atau raincoat.
6. Matras.
7. Sleeping bag (atau sarung kalau tidak punya).
8. Topi rimba.
9. Tempat minum atau veples.
10. Korek api dalam wadah waterproof (tempat film) dan lilin.
11. Obat-obatan pribadi (P3K set).
12. Pisau saku.
13. Kompor untuk masak (kompor parafin dan parafin atau kompor tahu dan minyak tanah atau
kompor gas dan tabung elpiji).
14. Nesting dan sendok dan cangkir.
15. Peluit (bagus: peluit SOS atau whistle).
16. Survival Kit).
17. Peta dan kompas.
18. Altimeter (kalau punya).
19. Tenda (bisa diganti ponco atau lembaran kain parasut untuk dijadikan bivak).
20. Parang tebas dan batu asah.
21. Tissue gulung (untuk membersihkan perangkat makan-minum bila tidak ada air, dan alat bersih diri habis buang air besar).
22. Sandal jepit.
23. Gaiter (untuk pendakian di daerah yang banyak pasirnya).
24. Kaus tangan.
25. Personal higiene: sikat gigi, odol, sabun mandi, shampo (untuk membersihkan diri saat di desa terakhir, atau saat dalam perjalanan bertemu dengan sungai yang bisa untuk bersih-bersih diri).
26. Tali plastik (sekitar 10 meter, untuk membuat bivak atau tenda) dan tali rafia.
B. Pakaian
1. Pakaian dalam.
2. Celana pendek.
3. Celana panjang.
4. Kaos/t-shirt.
5. Sweater atau parka.
6. Jaket (tahan air).
7. Sarung.
8. Kerpus atau balaclava.
9. Scarf atau slayer.
10. Hem lengan panjang.
11. Pakaian ganti: kaus kaki, kaos, sweater, pakaian dalam.
12. Kaus tangan.
13. Jas hujan (raincoat atau ponco).
C. First Aid Kit
1. Betadine.
2. Kapas.
3. Kain kassa.
4. Perban.
5. Rivanol.
6. Alkohol 70%.
7. Obat alergi: CTM.
8. Obat maag.
9. Tensoplast (agak banyak, mis: 4 pack, terutama untuk preventif ‘blister’ yang dikenakan
sebelum perjalanan dilakukan).
10. Parasetamol.
11. Antalgin.
12. Obat sakit perut (diare): Norit, Diatab
13. Obat keracunan: Norit.
14. Sunburn preventif: Nivea atau Sunblock
15. Oralit (agak banyak, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang; kalau tidak ada bisa diganti
larutan gula-garam).
D. Survival Kit
1. Kaca cermin.
2. Peniti.
3. Jarum jahit.
4. Benang nilon.
5. Mata pancing dan senar pancing.
6. Silet atau cutter.
7. Korek api dalam wadah water proof dan lilin.
E. Lain-Lain
1. KTP atau Kartu Pelajar
2. Uang
3. Buku catatan perjalanan (jurnal, diary) dan bolpen.
4. Kamera dan film (sekarang: kamera digital dan batere cadangan).
5. Radio kecil dan batere cadangan.
6. Alat komunikasi (HT, sekarang: HP).
7. Harmonika.
8. Buku puisi Chairil Anwar.
9. Buku puisi Khalil Gibran.
Prinsip pengepakan barang dalam ransel:
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan (seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras. Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis, seperti:
- Pakaian dan kantung tidur,
- Alat memasak,
- Tenda,
- Makanan.

Rabu, 25 Mei 2011

Cerita Sumbing (25-27 februari 2011)

PALAFI kembali menjalankan program kerja dari divisi Mounteneering yaitu mendaki gunung, kali ini gunung sumbing yang menjadi objeknya. ada 15 anggota palafi yang memutuskan untuk ikut naik ke sumbing,

1 orang anggota dari KSG, 1 Orang anak Fisika, dan 1 orang adalah adik dari Mbak Umi. dengan leader dari salah satu anak KSG yang sudah berpengalaman naik gunung sumbing, kami berangkat dari Basecamp alias kampus UNNES Sekaran (25 Feb) sekitar pukul 10.00 WIB. mengendarai 8 sepeda motor, kami berjalan beriringan sampai saat jumatan tiba, kami beristirahat di masjid temanggung untuk shalat jumat.
setelah semua selesai beribadah, kami melanjutkan perjalanan menuju basecamp gunung sumbing. sampai di basecamp sumbing sekitar jam 2 siang, kemudian kami berangkat naik sekitar jam setengah 4 sore, dengan mbok yem (KSG) sebagai leader dan mas faiz, n mas tito sebagai sweper alias pembersih.
di perjalanan pun banyak cerita yang terjadi. saat masih di Ladang petani banyak dari anggota muda Palafi yang sudah kelelahan termasuk juga Lily (adik Mbak Umi).jalannya pun 5 kali jalan langsung istirahat, tetapi karena semangat yang diberikan teman-teman akhirnya pelan dengan pasti melangkah sedikit demi sedikit mulai berjalan.

Di tengah perjalanan tersebut tidak disadari rombongan telah menjadi 2 tim. untuk Tim 1 terdiri erna,wika, iska, wawan, ani, devi, anggi, joko, syaiful, mbok yem, Cahyo. dantim 2 ada teti, mita, retno, mbak umi, Lily, Ardi, Mas Fais, Mas Tito, dan Mas Joko. tak terasa adzan maghrib pun sudah terdengar samar - samar dari kejauhan. karena tim 1 telah meninggalkan tim 2, maka tim 2 memutuskan untuk istirahat sejenak dan sholat maghrib terlebih dahulu. setelah itu kita melanjutkan perjalanan.
sampai di pos 2, ternyata teman-teman dari tim 1 sudah sampai di pos 2 dan beristirahat. sampai di pos 2 menunjukkan jam 9 malam, kita menyantap makan malam dengan nikmat. selesai beristirahat kami kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan pos 2 sekitar jam 11 malam. di perjalanan menuju puncak itu, ternyata banyak yang sudah kelelahan, akhirnya karena tidak ada tempat yang lapang untuk mendirikan tenda, kami terpaksa mendirikan tenda seadanya, hanya 2 tenda yang berhasil didirikan. karena malam semakin larut maka, kami segera tidur dan mengisi tenaga untuk perjalanan pagi hari nya.

Jam 3 pagi kami memutuskan untuk berangkat ke puncak, tetapi karena retno perutnya sakit (tidurnya dempet2an) n tidak bisa meneruskan perjalanan lagi akhirnya mita, mbak Umi, Lily dan Devi memutuskan untuk menemani retno yang sedang sakit. Dengan membawa bekal secukupnya kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. dari tempat mendirikan tenda ke puncak kira-kira membutuhkan waktu 4 jam perjalanan. Medan yang sangat terjal, dan bebatuan yang kelihatannya tanpa ujung banyak membuat teman-teman mentalnya menjadi drop. sehingga banyak tipuan-tipuan yang dikatakan mas fais dan mas tito untuk menyemangati teman-teman. Wika paling seringterkena tipuan mas tito dan membuat dia marah-marah sendiri. hihihihi.. (sedangkan teman2 yang berada di tenda asiik beristirahat sampai pagi tiba dan ketemu dengan kang candil dan mbak Oshin dari KSG yang menyusul. mereka sebelumnya sudah mendaki gunung slamet).

Akhirnya sampai di puncak jam 8 pagi. kami istirahat sejenak dengan menyantap beberapa bekal yang telah dibawa, dan sedikit mengabadikan moment di puncak, kami harus cepat-cepat turun karena kabut semakin naik dan hujan akan segera turun. saat perjalanan turun dari puncak, teti mengalami berkali-kali jatuh, sehingga membuat dia merasa sangat berat untuk melanjutkan perjalanan turun. saat sampai di tempat mendirikan tenda kondisi teti sangat memprihatinkan. bukan hanya teti, teman-teman yang lain pun sama seperti teti, karena sepanjang jalan turun kita diguyur hujan yang sangat lebat. untungnya setelah sampai ditempat mendirikan tenda sudah ada beberapa peralatan yang sudah dibereskan. kami membereskan barang-barang secepat mungkin.

Untuk mempercepat perjalanan pulang mbok yem dkk tim 1 langsung turun gunung.dan tim 2 terus menjaga Teti di belakang. karena cuaca yang tidak mendukung, mas fais, mas tito dan wawan langsung turun dengan cepat karena akan lebih baik jika mereka sampai k basecanp lebih dahulu, sehingga dapat membuatkan minuman hangat untuk teman-teman. Mas Fais, Wawan dan Mas Tito sudah sampai di basecamp sekitar pukul 5 sore. dan disusul tim 1 yang dipimpin mbok yem. kondisi teti yang semakin parah membuat tim 2 ketinggalan sangat jauh di belakang, tim 2 yang kekurangan bekal terutama air minum terpaksa dengan mengambil sedikit-sedikit tetesan daun sisa dari air hujan, sampai akhirnya menemukan sungai. Saat memasuki ladang petani, kami tersusul oleh kang candil sama mbak oshin, ternayata mereka tidak sampai puncakdan hanya sampai watu kotak karena cuaca yang berkabut dan hujan turun deras membuat mereka tidak melanjutkan perjalanan ke puncak.

Dengan kedatangan kang candil dan mbak oshin sangat membantu perjalanan tim 2 menuju basecamp. tim 2 dibagi manjadi 2 lagi, yaitu tim 21 (ardi, mita,Lily, Mbak Umi). tim 22 (teti,mas joko, mbak oshin, kang candil). akhirnya tim 21 sampai di basecamp pukul 7 mlm dan tim 22 tiba di basecamp jam setengah 8.
sampai di basecamp kami disuguhi wedang panas yang talah dijanjikan mas fais dan makan malam yang sangat lezat.

setelahbersih-bersih badan dan makan malam, kita langsung tidur dengan pulasnya untuk mengisi tenaga esok hari guna perjalanan pulang.

Copyright © PALAFI UNNES (Pecinta Alam Fisika) | Powered by Blogger
Design by AnarielDesign | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com