panelarrow

Selasa, 25 Maret 2014

Seni Packing

  
Sebelum melakukan kegiatan alam bebas kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.

Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :
  1. Pada saat back-pack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan perjalanan [misalnya pendakian] kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak dan menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang. Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.
  2. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.


Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :
  • Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.
  • Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam carrier, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.
  • Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat/jas hujan pada kantong samping carrier.
  • Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar carrier, karena barang diluar carrier akan mengganggu perjalanan anda akibat tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking dalam carrier.



Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.

Akibat dari susah - susah gampangnya mempacking carier/backpack  tersebut, tidak berlebihan bila kita menyebutkan bahwa packing adalah suatu seni, seni menata dan menempatkan barang perlengkapan kita kedalam suatu backpack, sehingga terpenuhi aspek kemudahan dan kenyamanan dalam perjalanan, serta tentu saja juga terbentuk suatu backpack yang indah, padat, simple serta ergomomis.

Cara Mendapatkan Air

Teknik Mencari Air

Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan manusia akan air lebih besar daripada kebutuhan manusia akan makanan. Manusia bisa bertahan hidup kurang lebih sepuluh hari tanpa makanan. Tetapi tanpa air menusia akan sulit bertahan lebih dari tiga hari. Oleh karena itu kebutuhan akan air mutlak didapatkan oleh survivor. Untuk mendapatkan air, survivor harus pandai dalam menganalisis medan disekitarnya, mencari apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan air. Manusia memerlukan air setidaknya seperempat liter sehari untuk minum.

Di daerah hutan tropis, sebenarnya tidak sulit untuk mendapatkan air. Kita bisa mendapatkan air dari sungai, mata air dan selokan kecil, genangan air di cekungan batu, dan sebagainya. Tetapi pertanyaannya apakah air tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan metabolisme manusia? Maka dari itu perlu pengetahuan dalam mencari air untuk diminum dan dimasak.

Berdasarkan sumbernya, air dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu 
  1. Air langsung berarti air bersih yang dianggap aman untuk diminum saat itu juga. Contoh air yang langsung dapat diminum adalah : air sungai, mata air, air hujan yang telah ditampung, dan lain lain. Air langsung mempunyai ciri fisik yang bersih, jernih, tidak berwarna, dan tidak berbau. Kecuali air yang ditemukan melalui buah atau tumbuh-tumbuhan, seperti buah kelapa.Tetapi air langsung belum tentu juga dapat diminum sekaligus. Karena dikhawatirkan bahwa air itu telah tercemar pupuk kebun penduduk, pestisida, atau bahan kimia lainya. Maka dari itu sebaiknya diteliti dengan seksama terlebih dahulu sebelum meminumnya.
  2. Air tak langsung adalah air yang digolongkan menjadi air yang masih memerlukan proses untuk diminum. Sumbernya terdapat di selokan kecil, genangan air, atau dari tumbuh-tubuhan seperti kantung semar.

Mengetahui sumber air sangat penting, karena kita dapat memprioritaskan air mana yang akan kita simpan di tempat minum untuk diminum dan air mana yang akan kita simpan di tempat air lain untuk mencuci bahan makanan kita.

Misalnya, seorang survivor akan lebih merasa percaya diri apabila meminum air dari mata air daripada meminum air yang ditemukan dari genangan air di bebatuan. Karena dari fisiknya memang air dari mata air memang lebih jernih. Sedangkan air dari genangan belum tentu jernih dan biasanya terdapat sarang serangga yang bertelur di genangan air itu. Maka lebih baik air itu dipakai untuk keperluan lain selain diminum.

Yang tak kalah penting adalah perasaan yakin akan kebersihan air yang akan kita minum. Karena perasaan tidak yakin akan kebersihan air yang kita minum akan memberikan sugesti dan menjadikan gangguan kepada diri kita sendiri.

Berikut adalah sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan survival :
Air langsung
a) Hujan
Apabila turun hujan ketika sedang ber-survival, maka sebaiknya kesempatan ini dipergunakan sebaik-baiknya untuk menampung air sebanyak-banyaknya. Untuk menampung air hujan, kita dapat memanfaatkan daun yang lebar, bambu, dan sebagainya.

b) Tanaman


Tanaman rambat dan rotan banyak dijumpai di pegunungan dan hutan rimba. Pilihlah tanaman rambat (akar gantung) yang masih segar. Lalu potonglah bagian bawah dari tanaman itu agar air yang terkandung di bagian atas tanaman dapat menetes ke bagian bawah, lalu air yang menetes ditampung di penampungan. Setelah itu baru potong bagian atasnya dengan jarak saru sampai satu setengah meter dari bagian bawahnya. Tanaman rambat ini dapat ditemukan di pohon-pohon besar. Dan satu pohon dapat diambil beberapa tanaman rambat. Sebenarnya air yang didapat dari tanaman rambat ini sedikit, tetapi cukup untuk membasahi tenggorokan.


c) Air sungai dan mata air


Kebanyakan air sungai yang d hutan dapat langsung diminum. Tetapi harap diteliti sebelumnya, apakah di sekitar sungai itu terdapat pembuangan kotoran atau limbah.

d) Air kelapa

Air kelapa merupakan penghapus dahaga yang baik. Air kelapa yang baik adalah kelapa yang masih muda. Biasanya satu buah kelapa berisi air sebanyak hampir satu liter. Usahakan apabila kita meminum air kelapa, harus yang masih baru atau kelapa hasil memetik sendiri. Karena apabila kelapa yang sudah terjatuh biasanya telah tua dan airnya tidak enak dan terkadang bau. Bahkan kemungkinan kelapa yang sudah jatuh adalah bekas makanan bajing, maka disangsikan kebersihannya.

e) Kondensi Tanah


Cara lain dalam medapatkan air adalah dengan memanfaatkan kondensi tanah. Hal ini memanfaatkan uap air tanah dan kemudian ditampung di suatu tempat. Caranya sebagai berikut :
1. Galilah tanah dengan kedalaman kira-kira setengah meter.
2. Gelarlah plastik untuk menutupi lubang tersebut. Dan ujung-ujungnya ditahan, agar plastik tersebut menutup lubang dengan rapat.
3. Beri pemberat di tengah plastik agar plastik agak menjorok ke dalam.
4. Sebelumnya letakan wadah penampung air di tengah –tengah lubang.
5. Biarkan seharian.


Air tidak langsung
Berikut adalah sumber air yang dapat kita manfaatkan tetapi harus kita dibersihkan terlebih dahulu.

Proses Penyaringan air
Penyaringan menggunakan kain tipis sebagi saringan
a) Lubang air
Air yang berada di tempat ini biasanya bercampur dengan lumpur, potongan ranting atau dedaunan. Untuk memanfaatkannya kita perlu membersihkan dedaunan di permukaan air dengan cara dipungut langsung. Setelah itu diendapkan beberapa saat agar air tidak bercampur dengan lumpur. Setelah itu kita dapat melakukan proses penyaringan. Proses ini akan diterangkan lebih lanjut dimuka.

b) Air yang menggenang
Air yang menggenang dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses penyaringan. Air ini biasanya terdapat di saluran selokan yang telah mengering, celah antara batu karang, cekungan tanah/batu, atau tunggul-tunggul pohon yang telah mati.
Berikut adalah cara menyaring air :
1. Dengan kaos berlapis. Lebih baik apabila kaos itu berwarna putih, sehingga apabila kotor dapat terlihat dan dapat dibersihkan terlebih dahulu.
2. Dengan cara melewatkan air ke dalam rongga bambu yang telah dipotong di kedua ujungnya. Di dasar bambu diberi penyaring seperti kerikil, ijuk, rumput kering atau daun kering.

Air keruh juga dapat dimanfaatkan setelah dilakukan proses pengendapan selama dua puluh empat jam di tempat bersih. Apabila air yang telah diendapkan masih telihat atau terasa kotor, maka dapat dilakukan proses penyaringan beberapa kali. Tetapi cara yang paling aman untuk mendapatkan air bersih adalah setelah dibersihkan lalu air dimasak sampai masak.

Cara lain untuk mendapatkan air bersih adalah dengan membersihkan air yang keruh dengan mencampurkan zat-zat pembersih air yang dapat kita dapatkan di toko kimia. Cara itu sebagai berikut :
1. Campurkan tablet Halazone dengan air dan tunggu sepuluh sampai lima belas menit.
2. Campurkan dua hingga tiga tetes Iodine dengan seperempat liter air. Air dapat dimanfaatkan setelah tiga puluh menit.
3. Campurkan beberapa butir garam abu permanganate dengan air secukupnya. Reaksi sterilisasi dapat dilihat kira-kira dalam tiga puluh menit.
4. Campurkan bubuk pembersih (AGS) yang dijual di pasaran dengan air secukupnya.
Teknik Menyaring air yang keruh

Apabila menemukan sumber air tetapi air yang ada terlihat keruh maka teknik sederhana ini sangat membantu dalam mendapatkan air yang jernih. Alat penyaring ini sangat sederhana dan gampang dibuat karna untuk penyaring minimal menggunakan pasir dan batu kerikil, namun akan lebih bagus lagi apabila pada bagian dasar ditambahkan ijuk.

c. air yang terdapat pada akar


Terima kasih kepada :

Minggu, 23 Maret 2014

Kepengurusan tahun 2014



Salam Lestari!

Menindaklanjuti hasil dari Musyawarah Anggota PALAFI tahun 2014 dan beberapa rapat yang dilakukan oleh ketua terpilih 2014 dengan tim formatur 2014, berikut kami sajikan kepengurusan Pecinta Alam Fisika Tahun 2014.

Ketua PALAFI : A. Sofyan Firjon Barlaman
Sekretaris :
  1. Pebri Sri Herlianti
  2. Fita Permata Sari
Bendahara :
  1. Rundiyatun Firmaningsih
  2. Fita Permata Sari
Divisi ALBAS (perubahan dari divisi Mountaineering):
  1. Imastuti
  2. Siti Nur Khotimah
Divisi PSDA :
  1. Ani’atul Addawiyah
  2. Serli Pangestika
  3. Fandi Mustofa
Divisi KSDA :
  1. Ogi Februdhana
  2. Hamidatul Faqqiyah
  3. Eko Prastowo Aji
Divisi Logistik :
  1. Wike Sulistiarmi
  2. Rachma Afifah
Divisi Penelitian :
  1. M.R.A.I. Habibi
  2. Riska Tridiantoro
  3. Miftakhul Arzak
Divisi Kewirausahaan :
  1. Indah Afrari
  2. Septi Oktafiana
Semoga pengurus harian yang terpilih bisa mmengemban amanah yang diberikan dengan baik sehingga dapat membawa PALAFI ke arah yang lebiih baik.

Salam Lestari!

Hipoksia

Kegiatan di alam bebas termasuk kegiatan yang mempunyai resiko yang sangat tinggi. Perlu kemampuan khusus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu resiko yang mungkin bisa dialami adalah Hipoksia. 

Apakah yang dimaksud dengan hipoksia?  


sumber gambar: http://www.yousaytoo.com

A.  Pengertian Hipoksia

Hipoksia merupakan keadaan dimana terjadi difisiensi oksigen, yang mengakibatkan kerusakan sel akibat penurunan respirasi oksidatif aerob sel. Hipoksia merupakan penyebab penting dan umum dari cedera dan kematian sel. Tergantung pada beratnya hipoksia, sel dapat mengalami adaptasi, cedera atau kematian.

B. Penyebab Hipoksia

Hipoksia bisa disebabkan oleh perpindahan dari dataran rendah ke dataran tinggi. Udara dataran tinggi tidak banyak mengandung oksigen sehingga orang yang terbiasa hidup di dataran rendah bisa mengalami hipoksia.

Kekurangan oksigen juga bisa disebabkan oleh suatu penyakit. Kondisi ini dikenal dengan nama iskemik hipoksia. Penyakit yang menjadi biang keladi iskemik hipoksia ini beragam jenisnya. Misalnya karena diabetes, kolesterol tinggi, ataupun penyakit yang berhubungan dengan jantung.

Akibatnya penyakit tersebut membuat tubuh merasa kekurangan pasokan oksigen meski sebenarnya jumlah oksigen yang dihirup dari udara sama banyaknya seperti orang lain. Tubuh selalu merasa kekurangan oksigen. Padahal jumlah oksigen yang dihirup sama banyaknya dengan orang normal.

Ini karena penyakit-penyakit tersebut berpotensi membuat sumbatan pada pembuluh dimana darah dan oksigen mengalir. Jika aliran darah terhalang, otomatis pasokan oksigen di dalam berkurang.

Bahkan, iskemik hipoksia ini bisa menimbulkan penyakit lain yang tidak kalah serius. Mulai dari jaringan kulit hingga jaringan otak pun bisa terkena efeknya. Sel-sel tubuh yang kekurangan oksigen akan melemah, bahkan bisa saja sampai mati. Bukan tidak mungkin pula jika kondisi kekurangan oksigen ini dibiarkan bisa mengakibatkan kematian. Itu disebabkan karena oksigen sudah tidak bisa mengalir lagi ke jaringan tubuh. Kondisi tersebut disebut anoksia. Kondisi ini sudah lebih sulit untuk ditangani lagi.

C. Jenis-jenis hipoksia

Berdasarkan penyebabnya hipoksia dibagi menjadi 4 kelompok, yakni : hipoksia hipoksik, hipoksia anemic, hipoksia stagnan dan hipoksia histotokik.

       1. Hipoksia Hipoksik

      Hipoksia hipoksik,  adalah keadaan hipoksia yang disebabkan karena kurangnya oksigen yang masuk paru-paru. Sehingga oksigen tidak dapat mencapai darah, dan gagal untuk masuk dalam sirkulasi darah.Kegagalan ini bisa disebabkan adanya sumbatan / obstruksi di saluran pernapasan, baik oleh sebab alamiah atau oleh trauma / kekerasan yang bersifat mekanik, seperti tercekik, penggantungan, tenggelam dan sebagainya.

      2. Hipoksia Anemik

    Hipoksia anemik yakni keadaan hipoksia yang disebabkan karena darah (hemoglobin) tidak dapat mengikat atau membawa oksigen yang cukup untuk metabolisme seluler. Seperti, pada keracunan karbon monoksida (CO), karena afinitas CO terhadap hemoglobin jauh lebih tinggi dibandingkan afinitas oksigen dengan hemoglobin.

      3. Hipoksia Stagnan

     Hipoksia stagnan adalah keadaan hipoksia yang disebabkan karena darah (hemoglobin) tidak mampu membawaoksigen ke jaringan oleh karena kegagalan sirkulasi, seperti pada heart failure atau embolisme, baik emboli udara vena maupun emboli lemak.


      4. Hipoksia Histotokik

      Hipoksia histokik ialah keadaan hipoksia yang disebabkan karena jaringan yang tidak mampu menyerap oksigen, salah satu contohnya pada keracunan sianida. Sinida dalam tubuh akan menginaktifkan beberapa enzim oksidatif seluruh jaringan secara radikal, terutama sitokrom oksidase dengan mengikat bagian ferric heme group dari oksigen yang dibawa darah

D. Tanda dan Gejala Hipoksia

     Gejala Hipoksia dapat berbeda dari orang ke orang dan dapat bergantung pada banyak faktor di antaranya adalah tingkat keparahan kondisi dan menyebabkan hipoksia. Kadang-kadang bahkan sulit untuk mengenali gejala-gejalanya. Gejala yang biasa dialami jika seseorang mengalami hipoksia adalah lemas, pusing, lunglai, kepala serasa berputar, perut terasa tidak nyaman.

        Efek dari kekurangan oksigen dapat berkisar dari halus ke mematikan, terutama dalam situasi di mana penilaian suara, penalaran dan koordinasi fisik yang diperlukan. Kesadaran ini sangat penting di antara beberapa profesional seperti penerbang. Seringkali, orang yang terkena mungkin tidak akan menunjukkan gejala hipoksia. Jika defisiensi oksigen meningkat maka  gejala dan risiko juga meningkat.

E. Cara Menanggulangi Hipoksia

     1.   Pemberian Oksigen
   Untuk menatalaksana hipoksia jaringan harus dulu memperbaiki hipoksemia arteri (pada kelainan kardiopulmonal ; emboli paru, pneumonia, asma), atau kelainan dalam transport (anemia, low cardiac output) dan berbagai penyakit penyerta lain.

Tujuannya untuk mendapatkan oksigenasi yang adekuat sekalian meminimalkan kerja kardiopulmonal. Oksigen merupakan obat bila sesuai dosis,juga mempunnyai efek samping. Namun bila diberikan dengan benar akan dapat membantu life saving.

     2.    Terapi Hiperbarik

Oksigen hiperbarik (HBO2) secara signifikan meningkatkan kekuatan difusi oksigen, sehingga meningkatkan ketersediaan oksigen ke jaringan. Hal ini membantu untuk memperbaiki efek negatif dari hipoksia dan mengembalikan oksigenasi jaringan normal.

     3.   Pemberian  Obat-obat Menunjang

       Sebenarnya, untuk mengatasi masalah kekurangan oksigen ini cukup mudah. Cukup dengan memberi oksigen kepada penderita.

      Masalahnya, tidak semudah itu masalah kekurangan oksigen bisa diatasi. Jika kekurangan oksigen disebabkan oleh penyakit, maka pemberian oksigen hanyalah bersifat pertolongan sementara.

     Penanganan untuk iskemik hipoksia didasari dari penyakit yang menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya jika kekurangan oksigen disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah, maka penanganan yang utama bisa dengan memberi stent pada pembuluh darah. Sehingga aliran darah lebih lancar dalam mengalirkan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Selain itu bisa juga diberikan obat-obatan penunjang sesuai dengan kondisi pasien.

        Mengingat hipoksia adalah salah satu resiko yang termasuk kategori mematikan, maka perlu dipahami dahulu segala sesuatu tentang hipoksia agar pada saat kita berpetualang di alam bebas resiko tersebut bisa di atasi dengan baik. 

Base Camp

Salam Lestari!
Setelah perjuangan selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini, akhirnya pada tahun ke-4 kami mendapat jatah tempat dari fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang untuk dijadikan sekretariat dan base camp PALAFI. Perjuangan mendapatkan tempat ini tidak bisa terbilang mudah, karena dirintis sejak 4 tahun yang lalu, tepatnya pada saat kepemimpinan sdr. Tito Prasetyo Rahman. 

Banyak rintangan yang kami lalui, mulai dari proses pengajuan proposal yang tersandung permasalahan administrasi, miskomunikasi dari kami dan birokrasi terkait, sampai pasang surut semangat kami. Namun, pada akhirnya kami cukup bangga dengan mulai dibangunnya base camp kami. Yah, walaupun kecil dan seadanya, tapi tetap ada harapan dari kami agar dengan adanya base camp ini akan menambah semangat kami untuk berkarya demi pelestarian alam di negeri kita tercinta ini. 

Sekali lagi kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Tuhan YME dan seluruh pIhak terkait yang berjasa dalam pembangunan base camp Pecinta Alam Fisika ini.

Salam Lestari!

Senin, 14 Oktober 2013

PALAFI periode tahun 2013

SUSUNAN KEPENGURUSAN
PALAFI (PECINTA ALAM FISIKA)
PERIODE 2013


Ketua Umum        : Meiriani Ismu Savitri                        04.11.0055                             
Sekretaris              : Nurul Apriani Susanti                       04.11.0058
                                Nina Choirunnisa Kudriyah              05.12.0067 (alm)
Bendahara             : Khanifah                                           04.11.0059
                                Rundiyatun Firmaningsih                 05.12.0071                 
Divisi                     :
1.                    PSDA
Ø  Atiko Nur Oktavia                                                04.11.0060                             
Ø  Ogi Februdhana                                                    05.12.0064
Ø  Ani’atul Addawiyah                                             05.12.0068
2.                    Mountenering
Ø  Ani Cahyati                                                           04.11.0054
Ø  Joko Susanto                                                         04.11.0051
Ø  Imastuti                                                                 05.12.0070
Ø  Ahmad Sofyan Firjon Barlaman                           05.12.0063
3.                   KSDA
Ø  Syaiful Imam                                                         04.11.0052
Ø  M. Rizqi Akbar Ilmi Habibi                                  05.12.0065
Ø  Pebri Sri Herlianti                                                  05.12.0074     
4.                 Kewirausahaan
Ø  Alfu Neizhela                                                        04.11.0057
Ø  Anggi Larasati                                                       04.11.0061
Ø  Indah Afrari                                                          05.12.0072
Ø  Septi Oktafiana                                                     05.12.0075
5.                 Penelitian                                                       
Ø  Syarifatul Ulya                                                      04.11.0062
Ø  Ika Yuliana P. S.                                                   04.11.0053
Ø  Serli Pangestika S.                                                 05.12.0073
Ø  Hammidatul Faqqiyyah                                         05.12.0076
6.                  Logistik
Ø  Devi Suci Larasati                                                 04.11.0056
Ø  Wike Sulistiarmi                                                    05.12.0069
Ø  Riska Dwi Diantoro                                              05.12.0066

Copyright © PALAFI UNNES (Pecinta Alam Fisika) | Powered by Blogger
Design by AnarielDesign | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com